Home > Keuangan > KASUS ENRON

KASUS ENRON

Latar Belakang

Enron Corporation yang berbasis di Houston merupakan perusahaan energi terbesar di AS yang bergerak di bidang energi kelistrikan, gas alam, pipanisasi, komunikasi dan perdagangan. Enron yang didirikan sekitar 15 tahun yang lampau melalui merger antar dua perusahaan besar AS, yakni InterNorth Omaha dan Houston Natural Gas Texas, sempat tercatat sebagai perusahaan ke tujuh terbesar di AS. Bisnisnya tidak hanya di AS melainkan juga bertebaran di 40 negara.

Namun pada Desember 2001, Enron dinyatakan bangkrut disebabkan oleh kondisi keuangan yang tidak sehat, akibat hubungan bisnis yang juga tidak sehat karena bernuansa KKN. Petinggi Enron diduga membina hubungan KKN dengan para politisi berpengaruh di AS, khususnya mereka yang sekarang menjadi petinggi dalam pemerintahan Presiden George Bush. Enron memberikan sumbangan dana yang besar kepada para politisi tersebut karena mendapatkan keuntungan dari bisnis KKN-nya. Untuk menutupi pengeluaran uang panas ini, Enron mau tidak mau membuat laporan keuangan yang direkayasa sedemikian rupa, sehingga tidak sesuai dengan faktanya, lewat kerjasama dengan akuntan perusahaan. Lama kelamaan manajemen Enron keenakan dengan pembuatan laporan keuangan palsu itu. Akibatnya, dalam lima tahun terakhir ini manajemen Enron kian tak terkontrol dalam mengelola keuangan perusahaan, sampai akhirnya perusahaan menjadi bangkrut.

Faktor lain yang menyebabkan kejatuhan Enron adalah ambisi besar manajemen Enron yang ingin cepat menggelembungkan perusahaan, seraya membuat kinerja perusahaan tampak baik di mata pemegang saham, walau sebenarnya tidak sesuai dengan faktanya. Ini dilakukan dengan membuat mark up dalam pembukuan keuangannya. Untuk membuat kinerja perusahaan tampak bagus, dalam laporan keuangan Enron sengaja membuat laporan keuntungan yang berlebihan (overstead), sedang utang-utangnya dilaporkan sangat kecil (undervalued). Semua tidak sesuai dengan kenyataannya.

Ironisnya menjelang kebangkrutan Enron, Arthur Anderson, kantor akuntan dan konsultan manajemen yang disewa jasanya oleh Enron untuk mengaudit keuangan perusahaan , justru membuat pernyataan bahwa kondisi keuangan Enron aman. Padahal, Enron sebenarnya sudah rugi beberapa kali dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun upaya untuk menutup-nutupi fakta yang sebenarnya ini, tidak dapat bertahan lama. Hanya enam minggu setelah kebenaran kondisi keuangan perusahaan terungkap, karena Pengawas Pasar Modal AS (Securities Exchange Commision/SEC) memaksa Enron membuka kondisi keuangan sebenarnya, Enron akhirnya menyerah dan mengajukan permohonan pailit.

Akibat kebangkrutan ini, para petinggi raksasa energi AS ini diajukan ke pengadilan dan membuat ribuan investornya – termasuk 20.000 karyawan yang memiliki saham perusahaan ini secara tak langsung lewat program dana pension mereka – telah memegang saham Enron yang nyaris tidak ada harganya lagi.

Summary

Kasus kebangkrutan Enron terjadi karena banyak hal dalam manajemen perusahaan tidak dibuka secara transparan, khususnya yang menyangkut kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat. Padahal Enron adalah perusahaan publik yang seharusnya terbuka kepada publik, khususnya para pemegang sahamnya, dengan membuat laporan keuangan yang jujur dan transparan.

About these ads
Categories: Keuangan Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: