Majalah online vs Majalah Digital

7 August 2013 Leave a comment

Hi, para pembaca majalah, tahukah Anda perbedaan majalah online dengan majalah digital?

Dari hasil riset yang saya moderatori, kebanyakan para peserta riset yang merupakan pembaca majalah digital tidak mengetahui secara tepat majalah digital itu berbeda dengan majalah online.

Menurut Anda, apakah majalah yang dibaca dengan koneksi internet, seperti: majalah SWA, majalah Femina, majalah Tempo itu termasuk majalah online atau majalah digital? Nah ini dia perbedaan konkritnya:

–          Majalah online hanya dapat diakses dalam keadaan koneksi internet ‘ON’. Jadi jika Anda ingin membaca konten majalah tersebut pastikan Anda terkoneksi dengan internet.

–          Majalah digital dapat dibaca meski kita tidak punya koneksi internet asalkan pembaca sudah men-download majalah tersebut. Format majalah digital sendiri berbeda-beda, ada yang berformat PDF untuk pembaca majalah di laptop/komputer dan berformat tablet untuk pembaca yang menggunakan tablet.

Contoh majalah digital adalah Male Magazine, majalah Tempo, Majalah Gatra, dan Majalah Detik. Pembaca hanya perlu mendownloadnya sekali dengan menggunakan koneksi internet, dan dapat membacanya kapan saja dengan komputer/laptop dan tablet. Majalah digital menarik dibanding majalah cetak karena kontennya lebih banyak variasinya seperti video dan animasi, bahkan audio/suara. Selain itu, kita bisa berinteraksi dengan pembaca lain dengan fitur share-to-friend dan pemberian komentar.

Jadi magazine readers, mana yang kalian lebih suka? Majalah online atau majalah digital? 🙂

Resensi Kisah Sukses “Tob”, CEO Tao Kae Noi

6 August 2013 1 comment

The “wealth” is only an “end of journey”

The “perseverance” is actually the “key” to “success”

Tulisan ini saya tulis setelah saya membaca mini pocket book Tao Kae Noi, yang didapat sebagai hadiah pembelian Tae Kae Noi Seaweed.

Saya sangat suka memakan makanan sehat, salah satunya snack seaweed yang terbuat dari rumput laut. Setelah membaca kisah sukses sang CEO, Ittipat Peeradechapan, saya tertarik menulis resensi atau ringkasannya. Semoga kisah hidupnya yang sangat menginsipirasi dan memotivasi pembaca termasuk saya, menginspirasi dan memotivasi setiap pembaca artikel ini juga.

Image

Sang CEO, Tob berhenti kuliah karena memiliki masalah dengan arus kas dan memutuskan untuk berbisnis chesnut. Meski tidak kuliah namun ia bangga karena meraih kebebasan finansial, tidak perlu meminta uang kepada orang tuanya sejak masih duduk di bangku SMA.

Setiap hari, ia bangun pukul 7 pagi, mandi, berpakaian, dan bersiap-siap untuk pengiriman chesnut. Setelah memperluas cabang dan mempekerjakan lebih banyak karyawan, ia bukan hanya memberikan penjelasan singkat kepada stafnya tentang lokasi pengiriman chesnut dan seberapa banyak, tapi sebagian kantung, ia kirimkan sendiri sambil memeriksa cabang di waktu yang sama.

Ia terus melakukan perjalanan dengan jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dan dari kota ke kota lain untuk pengiriman barang. Ia pulang ke rumah pukul 9 malam tiap hari. Ia tidak merasa bosan dan merasa bergairah.

Selama berbisnis selama tiga tahun awal, ia tidak pernah menemui teman-teman dan membeli pakaian baru. Ini karena:

“Nilai” dari uang yang mudah diperoleh benar-benar berbeda dari uang yang susah didapatkan.

Keduanya tetap sama-sama “uang”.

Keduanya dapat membayar tagihan.

Namun, “nilai” dalam pikiran kita berbeda.

Uang yang didapatkan dengan berpeluh keringat membuat Anda lebih hati-hati dalam membelanjakannya karena Anda menyadari betapa sulitanya untuk mendapatkan setiap “bath”.

Saat usianya 19 tahun dengan keuntungan bisnis chesnut mencapai 300.000 – 400.000 bath/bulan dan berkembang hingga 25 cabang.  Tae Kae Noi mengalami masalah saat “Lotus Tesco” mengubah tim eksekutif dengan orang asing bertanggung jawab atas ruang sewa. Menurut standar Barat maka asap dan bau dari proses pemanggangan dalam toko menjadi masalah. Lotus Tesco menginginkan Tae Kae Noi berjualan di tempat parkir. Berbagai usaha CEO untuk mengatasinya dengan memasang cooker hood dan mengecat langit-langit di malam hari setelah department store tutup hanya memperpanjang kehidupan “Tae Kae Noi Chestnut”  berhasil beberapa waktu.

Hingga akhirnya Tae Kae Noi terpaksa melakukan pemanggangan di tempat yang berbeda dengan tempat berjualan. Namun, karena tidak segar seperti makanan cepat saji. Maka solusi berikutnya dalah menyewa ruang lebih di “Central” dan “The Mall”. Dalam negosiasi, kelemahan produknya adalah adanya asap selama proses pemanggangan dan mereka setuju karena mereka melihat hasil penjualan yang baik.

Suatu pagi karena lapar dan melihat “Dairy Queen” yang menjual es krim, juga menjual sosis. Mulailah ia berpikir untuk menambahkan lini produk dan menawarkan lebih banyak pilihan bagi pembeli. Mulai dari menjual “kesemak Cina kering” yang meningkatkan total penjualan kotor dan sekitar 20%-30% dari penjualan kotor toko, namun masih tidak bisa menebus kehilangan penjualan.

Dari pacarnya yang memakan rumput laut kering dan mencoba keluarganya makan serta dirasa lezat. Ia meminta pacarnya terus membeli untuk keluarganya namun ternyata produknya habis di pasar dan tidak bisa dibeli lagi. Barulah Tob berpikir untuk memproduksi rumput laut goreng yang lezat dan gurih. Ia cari sendiri cara menggoreng dan bumbunya sehingga lezat dan garing. Ini menjadi produk yang benar-benar mengubah hidup Tob.

Percaya bahwa “masalah”adalah “kesempatan”.

Teorinya yang salah tentang strategi “pemasaran gerilya” yang ia tonton dari wawancara pengusaha besar di TV, justru membuatnya sukses. Dia pikir 7-Elevan yang mengililingi orang-orang karena letaknya yang berdekatan merupakan “pemasaran gerilya”. Padahal teori yang benar tentang “pemasaran gerilya” adalah menembus pasar di daerah provinsi pertama terlebih dahulu. Ini menciptakan popularitas di seluruh kota sebelum menuju ke ibukota.

Tafsirannya ke dalam kalimat yang sama sekali berbeda, tetapi “cara berpikir”-nya yang benar justru membawanya mencapai sukses.

“Teori” yang salah namun pemikiran yang “Benar”

Selanjutnya ia mencoba menghubungi Nona Pu, 7-Eleven dan menjadwalkan waktu meeting dari jauh-jauh hari. Namun pada waktu yang ditentukan dari pukul 13.00 sampai dengan 14.00, semuanya tetap hening dan ia tidak bisa bertemu dengan Nona Pu, maka ia meninggalkan produk seaweed di meja resepsionis dan memberitahukannya kepada Nona Pu.

Setibanya ia di rumah, telepon berdering dan itu telepon dari 7-Eleven. Nona Pu memberitahukan bahwa produk tersebut sangat lezat dan dia membiarkan manajemen mencicipinya, dan semua orang bilang produknya sangat lezat. Tae Koi Noi akan dijual di 7-Eleven dan Tob ditanya apakah siap untuk menjual di 3000 cabang 7-Eleven. Tob kaget karena berpikir untuk memulai dari 200 atau 300 cabang terlebih dahulu, tapi kesempatan tidak ia lepaskan begitu saja maka ia jawab siap.

Kemudian, Tob mulai dengan pembangunan pabrik baru dengan tergesa-gesa demi memenuhi standar QC dari 7-Eleven. Tidak cukup sampai situ, kapasitas pabriknya ternyata tidak mampu mencapai jumlah order yang diminta Nona Pu, yaitu sebanyak 400 kotak Classic Flavor Seaweed dalam waktu 7 hari. Tob ingat akan ancaman Nona Pu bahwa distribusi kelompok barang pertama tersebut harus ditunda ke bulan berikutnya jika tidak dikirimkan tepat waktu. Dan jika masa berlaku produk lebih singkat 80% sebagaimana yang telah ditentukan, mereka akan menolak produk tersebut. Hal ini berarti jika Tob tidak bisa mengirimkan kelompok barang tersebut tepat waktu, maka ia harus menjualnya di tempat lain.

Namun karena bantuan keluarga, teman-teman kakaknya, dan usahanya yang keras dan tanpa rasa lelah untuk bergerilya memenuhi order – sampai tidak tidur 2 malam sebelum waktu pengiriman, Tae Kae Noi mampu mencapai 400 kotak dalam 7 hari. Hanya saja ia terlambat 2 jam dari waktu pengantaran. Karena keterlambatan itulah ia harus bongkar barang di saluran 11. Dengan rasa takut akan ancaman Nona Pu maka ia mencoba meminta bantuan dari petugas dengan keadaan mimisan tanpa ia sadari. Ia baru sadar saat kakaknya memanggil dan memberi ia tissu untuk mengusap mimisan terlebih dahulu sebelum klarifikasi kepada manajer distribusi 7-Eleven atau “DC” karena keterlambatannya. Untunglah ia hanya dikenakan denda 2.000 bath karena keterlambatannya.

Pada hari berikutnya, Nona Pu menelepon Tob dan menekankan aturan 7-Eleven akan meninjau kembali penjualan dalam 3-4 bulan berikutnya. Jika penjualan barang berada di bawah 30 bungkus/cabang/bulan, Tae Kae Noi akan dikeluarkan dari toko. Dalam keadaan stressnya dan ia tidak bernegosiasi karena ia tahu itu adalah aturan 7-Eleven, memeriksa semua penjualan di 7-Eleven yang ada di sepanjang jalan dari rumahnya ke pabrik dan dari pabrik ke rumahnya. Karena perilakunya yang memeriksa penjualan itulah, ia berkenalan dengan Jeab yang menyarankannya untuk menggunakan gantungan pameran dari plastik di samping rak untuk meningkatkan penjualan dan Tob lakukan sesuai dengan saran Jeab. Hasilnya penjualan di 7-Eleven terus membaik.

Namun sistem pembayaran 7-Eleven yang mengandalkan sistem kredit 60-hari, menyebabkan ia butuh uang tunai. Sehingga produksi dan distirbusi untuk Toey Khiong Market yang membayar tunai ia dahulukan.

Selama 3 tahun ia membeli kurang dari 10 kemeja dan hanya mengenakan kemeja lama. Hidupnya adalah tentang pekerjaan, pekerjaan, dan hanya pekerjaan.

Selama periode pertama, ia mengeluarkan beberapa produk sebagai sampel gratis dan ditujukan kepada wanita karena mereka selalu berbagi dengan teman-teman mereka. Jika mereka merasa sampel tersebut sangat lezat, mereka akan memberitahu orang lain.

Ini adalah cara yang paling cocok untuk  “makanan”

Pertemuannya dengan Khun Tan di Pasar Chatuchak membuatnya mulai berpikir tentang sebuah produk baru untuk diversifikasi resiko.

Bisnis tidak harus bertahan dengan hanya satu produk.

Hal ini karena jika produk tersebut menghadapi beberapa masalah, perusahaan dapat runtuh.

Saat ia bersama keluarga memberi penghargaan kepada diri sendiri dengan pergi ke Jepang, maka terpikirlah untuk mencampur tepung dengan rumput laut dan mengggorengnya. Inilah produk baru Tae Kae Noi: “Tempura Rumput Laut”.

Semua perkataan orang sukses maupun konsumen menjadi ‘guru’ Tob dan mendorongnya membuat produk baru dan ide baru untuk marketing, hingga akhirnya sekarang bisnisnya melampaui mimpinya.

Kita hanya perlu melakukan sesuatu dengan serius, dengan cinta dan gairah.

Yang paling penting, ketika kita menghadapi hambatan, kita jangan pernah menyerah.

Tob percaya bahwa ‘derita’ atau ‘senyum’ di masa lalu membentuk dirinya hari ini.

Kita harus selalu berpikir bahwa “kekalahan adalah guru, dan kemenangan adalah juga guru bagi kita.

Segala sesuatu di dunia adalah guru.

TIPE-TIPE TRANSAKSI PENJUALAN

25 May 2012 Leave a comment

Bicara mengenai transaksi penjualan maka tidak lepas dengan jenis distribusi/transportasi barang yang diperjualbelikan. Jenis transaksi penjualan ini menentukan dimana titik kepemilikan barang berpindah tangan antara penjual dengan pembeli. Pindahnya kepemilikan barang ini menjadi hal penting karena mempengaruhi resiko akan berada di tangan siapa dan berapa biaya distribusi barang. Dari syarat penyerahan barang ini yang mempengaruhi harga barang yang dijual, sehingga harus ditentukan dengan jelas apakah menggunakan LOCO, FOB, C&F, CIF, atau Franco. Berikut penjelasan untuk masing tipe penyerahan barang tersebut:

  • LOCO (ex.works)
    Penyerahan barang di gudang penjual dalam kedaan seperti aslinya di gudang penjual. Karena penyerahan barang dilakukan di gudang penjual maka biaya pengangkutan di darat maupun di laut menjadi beban pembeli. Kalau pembeli ingin merubah kemasan, ongkos pengepakan ini pun ditanggung pembeli.
  • FOB (Free on Board)
    Poin perubahan kepemilikan barang adalah saat barang sudah dinaikkan ke atas kapal. Dalam hal ini semua biaya sampai barang selesai dimuat di atas kapal sudah termasuk dalam harga yang disebut. Ini berarti termasuk ongkos pengepakan, pengangkutan ke pelabuhan, dan ongkos muat ke atas kapal di samping harga barangnya sendiri.
  • C&F (Cost and Freight)
    Barang beralih kepemilikan barang pada pelabuhan tujuan (destination port). Biayanya adalah biaya FOB ditambah dengan ongkos angkut laut (freight) dari pelabuhan muat (loading port) sampai ke pelabuhan tujuan (destination port) yang diinginkan oleh importir atau pembeli, termasuk harga barang itu sendiri. Dengan kata lain, biayanya terdiri dari ongkos angkut dari gudang ke pelabuhan muat (forwarding fee), dan ongkos angkut laut serta ongkos dokumen pengapalan (shipping charges).
  • CIF (Cost, Insurance and Freight)
    Titik pengalihan kepemilikan barang sama dengan C&F yaitu pada pelabuhan tujuan (destination port). Biaya CIF adalah segala biaya sebagaimana dalam C&F ditambah premi asuransi ( Insurance Premium).
  • Franco
    Harga pembelian sudah termasuk semua biaya sampai barang dibongkar di gudang pembeli. Jadi berarti termasuk bea-bea yang harus dibayar seperti bea masuk, pajak masuk, dan ditambah dengan ongkos angkut dari pelabuhan tujuan ke gudang pembeli dan ongkos bongkar di gudang pembeli. Cara penjualan franco gudang pembeli ini jarang sekali terjadi di dalam perdagangan luar negeri.

Selain lima jenis penyerahan barang di atas, masih terdapat tiga jenis lagi penyerahan barang yang mempengaruhi harga barang, yaitu:

  • F.O.T ( Free On Truck ) = harga barang sampai di atas truk
  • F.I.W (Free In Wagon ) = harga barang sampai di dalam gerbong
  • F.A.S (Free Alongside Ship) = harga termasuk sampai barang siap di pelabuhan, untuk dimuat ke kapal

Istilah Loco dan Franco saat ini sudah jarang digunakan dan lebih banyak dikenal istilah internasional seperti tampak pada gambar berikut:

Sumber: http://www.acheter-en-chine.com/wp-content/uploads/2011/12/Incoterm-DAP-DDU-DES-DAF.jpg

Referensi:

Materi workshop Hoetomo Lembito – UTS Training & Consulting

Kunci Sukses Pemasaran Digital

29 January 2012 Leave a comment

Semakin banyaknya ponsel internet murah di Indonesia semakin mendorong pertumbuhan internet dan sosial media di Indonesia. Saat ini saja pengguna facebook di Indonesia telah mencapai 40.829.720 (berdasarkan data dari statistik facebook)  yaitu menempati posisi ke-2 sebagai pengguna Facebook terbesar di dunia dan menempati posisi nomor 1 pengguna twitter di Asia dengan 12% tweet dunia berasal dari Indonesia. Booming-nya era digital media ini memunculkan banyak potensi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bukan hanya bergerak di bisnis online untuk melakukan personal branding dalam  menarik pelanggan baru (customer acquisition) maupun mempertahankan pelanggan yang sudah dimiliki perusahaan (customer retention).

Beberapa bulan ke belakang saja, semakin banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dengan istilah jabatan Social Media Specialist yang sering disingkat dengan SMS. Perusahaan lain menamakan posisi sejenis dengan cakupan lebih luas lagi yaitu Digital Marketing Officer atau Online Community Specialist. Inti dari posisi-posisi tersebut adalah untuk melakukan komunikasi pemasaran melalui media internet yang cakupannya luas dan relatif murah. Hal ini dikarenakan saat ini internet tidak lagi hanya diakses oleh kalangan sosial menengah atas namun juga masyarakat dari kelas sosial bawah. Peningkatan akses internet melalui ponsel dari kelas sosial menengah bawah terlihat dengan didominasinya pasar ponsel nasional oleh ponsel nexian yang harganya terjangkau oleh masyarakat Indonesia menengah ke bawah dengan jumlah pengguna mencapai 10 juta berdasarkan laporan sebuah survei yang mereka lakukan.

Hal ini dilihat peluang sebagai bagi para marketer untuk penetrasi pasar dan memperkuat brand produk maupun jasa perusahaan. Salah satu contoh pemanfaatan social media untuk penetrasi pasar adalah ‘Maicih’. Berkat Twitter, keripik singkong dengan rasa pedas tersebut menjadi semakin popular di kalangan anak muda. Contoh lain adalah Magnum, AirAsia, Pizza Hut, dan Pesona JNE yang memanfaatkan fenomena social media ini untuk mengkampanyekan produk dan jasanya atau sekedar membentuk komunitas untuk mempertahankan konsumen dan memperluas cakupan pasarnya. Aktifitas membuat fan page di Facebook maupun account twitter dan memperbanyak follower adalah kegiatan pemanfaatan social media minimal yang banyak dilakukan perusahaan. Selanjutnya tweet dan wall Facebook dimanfaatkan untuk mengkampanyekan program promosi maupun menginformasikan data terbaru.

Lain lagi dengan Pocari Sweat yang mengeluarkan game online pada 25 Oktober lalu yang bernama Ionopolis. Game ini memfasilitasi dan mengedukasi orang-orang untuk bergaya hidup sehat dan pentingnya asupan cairan tubuh untuk segala aktifitas. Dengan program Inonopolis, Pocari Sweat dapat dikatakan sebagai salah satu pelaku bisnis yang berhasil memanfaatkan trend social media ini secara kreatif. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilannya menarik perhatian 26.000 gamers dalam waktu dua minggu sejak diperkenalkan.

Kesuksesan Pocari Sweat dalam melihat momentum social media yang sedang trend dengan game online, update status di facebook, tweeting, dan check-in di foursquare telah membawa perusahaan kepada penciptaan game online yang kreatif dan out of the box dengan mengintegrasikan 3 social media service yang sedang booming, yaitu: facebook, twitter, dan foursquare.

Dengan game online Ionopolis maka anak muda teredukasi mengenai dehidrasi dan minuman isotonik sebagai salah satu penangkalnya. Sehingga mind-set masyarakat bahwa minuman isotonik hanya untuk diminum setelah berolahraga pun bisa digeser. Kemudian dengan disediakannya hadiah Ipod Shuffle tiap 2 minggu untuk tiga  peserta game dan hadiah utama untuk finalis kompetisi sebagai reward menjadikan Ionopolis semakin menarik bagi kalangan muda.

Keberhasilan pemasaran social media untuk kepentingan bisnis tidak terlepas dari pertanyaan besarnya, yaitu bagaimana cara memanfaatkan social media menjadi sukses atau berhasil dengan memilih cara yang paling tepat untuk dilakukan dalam mencapai strategi  perusahaan.

Jika kita kembali sedikit menengok kepada tujuan Pocari Sweat untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan dengan target segmen 15 – 25 tahun, maka game online merupakan pilihan yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan penetrasi pasar melalui edukasi kaum muda. Karena generasi Y tersebut atau sering disebut juga sebagai generasi Millenials yang lahir pada zaman komputer rumahan memiliki perilaku multitasking dan senang bersosialisasi melalui media digital, salah satunya yaitu bersosialisasi melalui game online

Pada dasarnya, kesuksesan digital marketing tidak terlepas dari strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat menyasar pasar sasaran yang tepat dan menyampaikan secara efektif sesuai dengan segmentasi, target market, dan posisi (STP) produk/jasa. Untuk keperluan itulah perlu dipilih social media service yang dimanfaatkan, cara menyampaikan, dan konten yang di-delivery sesuai dengan target market dan maksud yang hendak disampaikan. Ide kreatif dan inovatif menjadi kunci sukses juga dalam pemasaran digital ini sehingga dapat menarik lebih banyak massa di dunia maya.

Untuk mendukung keberhasilan ditigal marketing selain program marcomm online yang tepat, integrasinya dengan program-program offline seperti pemberian hadiah yang menarik dan diadakannya gathering atau workshop juga menentukan suatu campaign dapat dibilang berhasil.

Pertanyaan bagi kita sebagai pelaku bisnis selanjutnya adalah sudah sejauh mana kita memanfaatkan fenomena perubahan sosial konsumen ini untuk kepentingan bisnis dan memenangkan persaingan?

The Full Magister Management (S2) Scholarship

16 September 2011 Leave a comment

On behalf of PPM School of Management, we are pleased to invite you to joinThe 4th“The Future Leader Program”. With this program you will have an opportunity to win The Professor A.M. Kadarman Full Master Program Scholarship at the PPM School of Management Jakarta.

PPM School of Management shall provide a full scholarship worth of Rp98,000,000 (ninety eight million rupiah). This includes Full Master Program Scholarship such as tuition fee, books, and pocket money of Rp 1,000,000/months for entire program (15 months).

If you are :

  1. Bachelor Degree GPA min. 3,00
  2. Maximum 25 years Old on 11th December 2011 (was born after 12th December 1986)
  3. Toefl Score min. 500
  4. Good Leadership

Please send your application before 12 November 2011. Further information and requirements regarding The Future Leader Program is available at http://www.ppm-thefutureleader.com/ or contact us at 021-2302025; 2300313 ext. 1104.

We are delighted that you will join to our scholarship program as the Future Leader and look forward to meeting you.

Sincerely,

Panitia The Future Leader Program

021-2302025; 2300313 ext. 1104

Please share this information to your friends.

Penelitian Terdahulu Perilaku Konsumen terhadap Teknologi Mobile

2 September 2011 Leave a comment

Beberapa penelitian terdahulu mengenai perilaku konsumen terhadap teknologi mobile adalah sebagai berikut:

  1. Penelitian Peter Tobbin dengan judul “Modeling Adoption of Mobile Money Transfer: A Consumer Behaviour Analysis”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use dan perceived usefulness merupakan faktor yang paling mempengaruhi minat konsumen dalam menggunakan mobile money di Ghana. Perceived Trust, Trialability dan Perceived Risk juga mempengaruhi secara signifikan terhadap minat konsumen.
  2. Penelitian Niina Mallat (2007) dengan judul “Exploring Consumer Adoption of Mobile Payments – A Qualitative Study”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan relatif (relative advantages) pembayaran secara mobile mencakup waktu dan tempat, ketersediaan, kemungkinan pembelian secara remote, dan menghindari antrian. Responden (interviewee) menyatakan pembayaran mobile akan sangat kompatibel dengan konten digital dan pembelian layanan dan pembayaran dengan nilai tunai kecil sebagai komplimen. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa keuntungan relatif pembayaran mobile tergantung faktor-faktor situasional tertentu seperti kurangnya metode pembayaran lain atau urgensi. Namun demikian, beberapa hambatan penerapan pembayaran secara mobile, termasuk harga premium dari pembayaran, kompleksitas prosedur pembayaran, kurang luasnya penerimaan merchant, dan persepsi resiko.
  3. Penelitian Po-Chien Chang (2007) dengan judul “Understanding Consumers’ Behaviour when Using a Mobile Phone as a Converged Device”. Hasil penelitian menyatakan bahwa meskipun Technology Acceptance Model (TAM) efektif menjelaskan perilaku konsumen dalam konteks teknologi single-function, TAM pelu diperkaya dengan menerapkan multi-function (converged) technologies.
  4. Penelitian Sudarsan Jayasingh dan Uchenna Cyril Eze (2009) dengan judul “An Empirical Analysis of Consumer Behavioral Intention Toward Mobile Coupons in Malaysia”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kredibilitas, kompatibilitas, dan faktor sosial mempengaruhi perilaku dan niat konsumen dalam menggunakan m-kupon.
  5. Penelitian Norazah Mohd Suki (2011) dengan judul “Subscribers’ intention using 3G mobile services”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefullness, Perceived Ease of Use, dan Attitude secara bersama-sama mempengaruhi minat untuk menggunakan service mobile 3G. Perceived Usefullness merupakan faktor kunci yang mempengaruhi minat untuk menggunakan service mobile 3G.

Hasil studi ini menegaskan bahwa, dalam konteks teknologi mobile, model adopsi tradisional seperti TAM dapat diterapkan, tetapi perlu dimodifikasi dan diperluas dalam rangka meningkatkan relevansi dengan konteks. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang dominan mempengaruhi preferensi konsumen terhadap aplikasi mobile baru digunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan modifikasi dan perluasan pada variabel-variabel tidak tergantung (independence variables).

Inovasi

2 September 2011 Leave a comment

Inovasi yang berasal dari kata Latin – innovare – berarti “untuk membuat sesuatu yang baru”, dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang merubah kesempatan menjadi ide-ide baru dan menjadikannya dapat digunakan dalam praktek secara luas [1]. Pengertian inovasi menurut Kotler dan Keller (2009) adalah produk, jasa, ide, dan persepsi yang baru dari seseorang. Sedangkan menurut Richard Branson (1998) dalam Tidd (2005), inovasi bukan sekedar ide-ide bagus, namun merupakan kombinasi dari ide-ide bagus, staff yang termotivasi, dan pemahaman naluriah dari apa yang diinginkan konsumen.

Inovasi produk dalam buku Managing Innovation, Tidd (2005) diartikan sebagai perubahan produk atau servis yang ditawarkan oleh organisasi. Sedangkan Paul Trott (2008) mengatakan inovasi adalah manajemen dari semua aktivitas yang berhubungan dengan proses penciptaan ide, pengembangan teknologi, manufaktur dan pemasaran suatu produk atau proses manufaktur atau peralatan baru (atau perbaikan). Sedangkan penemuan (invensi) merupakan proses konversi pemikiran-pemikiran intelektual ke dalam artifak baru yang nyata (biasanya produk atau proses). Secara sederhana hubungan invensi dan inovasi digambarkan dalam rumus sebagai berikut:

Inovasi = Konsepsi teori + invensi + komersialisasi

Inovasi dapat dikatakan sebagai implementasi komersialisasi suatu invensi dari ide-ide dalam sebuah organisasi. Kenyataannya, beberapa invensi yang sangat terkenal sebenarnya ditemukan oleh orang-orang (inventor) yang namanya telah dilupakan orang; nama-nama yang berkaitan dengan temuan-temuan tersebut adalah nama-nama pengusaha (inovator) yang telah membawa temuan-temuan tersebut secara komersial.


[1] Tidd Joe, John Bessant, and Keith Pavitt. (2005). Managing Innovation: Integrating Technological, Market and Organizational Change, 3rd Ed. USA: John Wiley & Sons, Ltd.

 

References:

Tidd Joe, John Bessant, and Keith Pavitt. (2005). Managing Innovation: Integrating Technological, Market and Organizational Change. 3rd Edition. USA: John Wiley & Sons, Ltd.

Trott, Paul. (2008). Innovation Management and New Product Development. 4th Edition. New Jersey: Pearson Education.

%d bloggers like this: